#Mengenal Lebih Dekat, Bahan Halal dan Haram dalam Dunia Kecantikan# (Part I)

image

#Mengenal Lebih Dekat, Bahan Halal dan Haram dalam Dunia Kecantikan# (Part I)

Bismillaah…

Muqaddimah…

Wanita identik dengan suatu keindahan dan selalu ingin indah bila dipandang dari segi manapun. Karena itulah wanita disebut sebagai perhiasan. Dengan tabiat yang memang selalu tampil indah, wanita selalu mengupayakan untuk tampil menarik. Didepan suaminya, keluarganya dan teman-temannya.

Sayangnya….
Kebanyakan wanita tidak memperhatikan bahan-bahan yang terkandung dalam pembuatan kosmetik itu sendiri. Asal skincare atau klinik kecantikan itu ramai dikunjungi… asal sebuah produk bisa bikin putih langsung dibeli, padahal tidak semua bahan yang ada dalam skincare dan kosmetik itu terbuat dari bahan-bahan yang halal menurut syari’at Islam.

Wahai saudariku Muslimah…
Halal dan Haram bukanlah hal yang ringan dan sepele dalam agama kita…
Jangan hanya karena ingin cantik, ingin putih, ingin hilang flek dan cacat wajah kita lantas kita melanggar batasan-batasan syariat Allah Ta’ala.

Prinsip dasar Islam, bahwa seorang muslim wajib menyelaraskan perbuatannya dengan hukum syariat sebagai konsekuensi keimanannya pada Islam.

Allah Ta’ala berfirman,

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa’: 65)

Dalam ayat lain juga disebutkan,

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلَا مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ

“Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.” (QS. Al-Ahzab: 36)

Dalam hadits dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُوْنَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ

“Tidaklah beriman salah seorang di antara kalian sampai ia menundukkan hawa nafsunya untuk tunduk pada ajaran yang aku bawa.” (Diriwayatkan dalam kitab Al-Hujjah dengan sanad yang shahih menurut Imam Nawawi).

Saudariku Muslimah…
Kita… selayaknya, sepantasnya dan seharusnya lebih berhati-hati lagi dalam pemilihan dan pemakaian kosmetik dan lebih memperhatikan halal haramnya bahan yang terkandung di dalamnya.

Saudariku…
Mulai saat ini, mari kita bertaubat dan perbaiki langkah kita kedepan…
Pilihlah cukup yang halal yang kita pakai. Karena wallaahi, tak akan kita dapatkan kecantikan dan kesembuhan dari penyakit dan cacat melainkan dengan tunduk dan taat kepada Allah dan RasulNya.

Baarakallaahu fiikunn

dr. Ummu Sulaym Ferihana

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>