Jalan orang-orang shalih

Itu dik jalannya
Jalan orang-orang shalih

Alkisah,

Sejak tahun 2000 saya sibuk mengaji
Hanya fokus di pengajian yang merasa paling benar
Tidak mau mendengar dari selain mereka

Merasa paling ahlus sunnah
Hingga senang menyesatkan kelompok lain diluar mereka

Memang,

Saya mondok, mendapat banyak ilmu, saya menghafal Qur’an
Menghafal hadits dan menelaah kitab kitab

Tapi,

Hati gelap, karena merasa paling baik dan paling nyunnah
Senang membicarakan aib, menjatuhkan kehormatan orang yang bukan kelompok kami

Hingga saya bertemu dengan Suamiku beberapa tahun lalu
Beliau mencerahkanku

Saya muhasabah
Saya mohon ampun
Saya berjuang melawan ketakutan yang ada

Hingga tekad bulat bertaubat dan berubah dari pemikiran sebelumnya

Ada rasa takut didada
Takut di fitnah, di rusak kehormatanku, jika lepas dari mereka
Dan benarlah, ketakutan itu terjadi, mereka melakukannya

Maka kukuatkan diri dengan janji Allah dalam sabda NabiNya

مَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا اللَّهِ بِسَخَطِ النَّاسِ رضي الله عنه وَأَرْضَى عَنْهُ النَّاسَ ، وَمَنْ اِلْتَمَسَ رِضَا النَّاسِ بِسَخَطِ اللَّهِ سَخِطَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَأَسْخَطَ عَلَيْهِ النَّاسَ

Barangsiapa yang mencari ridho Allah saat manusia tidak suka, maka Allah akan meridhoinya dan Allah akan membuat manusia yang meridhoinya. Barangsiapa yang mencari ridho manusia dan membuat Allah murka, maka Allah akan murka padanya dan membuat manusia pun ikut murka (HR. Ibnu Hibban)

Sebagaimana keterangan dalam Tuhfatul Ahwadzi (7: 82), Maksud hadits “Allah akan cukupkan dia dari beban manusia” adalah Allah akan menjadikan dia sebagai golongan Allah dan Allah tidak mungkin menyengsarakan siapa pun yang bersandar pada-Nya. Dan golongan Allah, itulah yang bahagia

Sedangkan maksud “Allah akan biarkan dia bergantung pada manusia” adalah Allah akan menjadikan manusia menguasainya hingga menyakiti dan berbuat zholim padanya

Sungguh janji Allah adalah benar

Meski mereka terus menyakiti, terus berusaha merusak nama baik klinik dan dakwahku
Tapi Allah cabut ketakutan, Allah Karuniakan kedamaian dihati dan keberkahan dalam harta, ilmu dan waktuku
Dan Allah pun senantiasa Membela dan Menolongku

Semangatlah berhijrah

dr. Ummu Sulaym Ferihana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *