Beratnya menjadi seorang Suami

Beratnya menjadi seorang Suami Karena lelaki memiliki banyak sekali kewajiban yang harus ditunaikan Maka persiapkanlah dirimu sebelum menikah Dan bagi para ummahaat mari didik anak kita menjadi rajulun shalih, yang baik lagi bertanggungjawab, karena sebagai Ibu kelak kita bertanggungjawab atas pendidikan kita kepada anak-anak kita Baarakallaahu fiikum Dari Mu’awiyah Al-Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ
“Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah” (HR. Abu Daud, no. 2142. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih) dr. Ferihana Ummu Sulaym Mudarrisah di Madrosah Uwais Al Qarniy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *