Jangan salah Tak hanya Istri yang memiliki kewajiban kepada Suaminya

Jangan salah
Tak hanya Istri yang memiliki kewajiban kepada Suaminya
Seorang suamipun juga mempunyai kewajiban memenuhi hajat (kebutuhan) istrinya
Mari belajar dari kisah dalam hadits berikut
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mempersaudarakan Salman dan Abu Darda’. Suatu saat Salman mengunjungi saudaranya, Abu Darda’. Ketika itu Salman melihat istrinya, Ummu Darda’, dalam keadaan tidak mengenakkan. Salman pun berkata kepada Ummu Darda’ … Kenapa keadaanmu seperti ini?
Saudaramu, Abu Darda’, seakan-akan ia tidak lagi mempedulikan dunia, jawabnya.
Abu Darda’ kemudian datang. Salman pun membuatkan makanan untuk Abu Darda’. Salman berkata, Makanlah !
Maka Abu Darda’ menjawab, Maaf, saya sedang puasa, jawab Abu Darda’. Salman pun berkata, Aku pun tidak akan makan sampai engkau makan. Lantas Abu Darda’ menyantap makanan tersebut
Ketika malam hari tiba, Abu Darda’ pergi melaksanakan shalat malam. Salman malah berkata pada Abu Darda’, Tidurlah !. Abu Darda’ pun tidur.
Namun kemudian ia pergi lagi untuk shalat. Kemudian Salman berkata lagi yang sama, Tidurlah !. Ketika sudah sampai akhir malam, Salman berkata, Mari kita berdua shalat.
Lantas Salman berkata lagi pada Abu Darda’, إِنَّ لِرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَلِنَفْسِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَلأَهْلِكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، فَأَعْطِ كُلَّ ذِى حَقٍّ حَقَّهُ
Sesungguhnya engkau memiliki kewajiban kepada Rabbmu. Engkau juga memiliki kewajiban terhadap dirimu sendiri (yaitu makan dan mengistirahatkan badan), dan engkau pun punya kewajiban pada keluargamu (yaitu melayani istri). Maka berilah porsi yang pas untuk masing-masing kewajiban tadi.
Abu Darda’ lantas mengadukan Salman pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lantas beliau bersabda, Salman itu benar (HR. Bukhari)
Ummu Sulaym Ferihana
Mudarrisah di Madrosah Uwais Al Qarniy
[10:29, 10/19/2018] Beauty Consultant DMBC: Beratnya menjadi seorang Suami
Karena lelaki memiliki banyak sekali kewajiban yang harus ditunaikan
Maka persiapkanlah dirimu sebelum menikah
Dan bagi para ummahaat mari didik anak kita menjadi rajulun shalih, yang baik lagi bertanggungjawab, karena sebagai Ibu kelak kita bertanggungjawab atas pendidikan kita kepada anak-anak kita
Baarakallaahu fiikum
Dari Mu’awiyah Al-Qusyairi radhiyallahu ‘anhu, ia bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengenai kewajiban suami pada istri, lantas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
أَنْ تُطْعِمَهَا إِذَا طَعِمْتَ وَتَكْسُوَهَا إِذَا اكْتَسَيْتَ – أَوِ اكْتَسَبْتَ – وَلاَ تَضْرِبِ الْوَجْهَ وَلاَ تُقَبِّحْ وَلاَ تَهْجُرْ إِلاَّ فِى الْبَيْتِ
Engkau memberinya makan sebagaimana engkau makan. Engkau memberinya pakaian sebagaimana engkau berpakaian, dan engkau tidak memukul istrimu di wajahnya, dan engkau tidak menjelek-jelekkannya serta tidak memboikotnya (dalam rangka nasehat) selain di rumah (HR. Abu Daud, no. 2142. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan shahih)
dr. Ferihana Ummu Sulaym
Mudarrisah di Madrosah Uwais Al Qarniy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *